Sabtu, 21 Oktober 2017

Reflection of the question and answer about philosophy

Refleksi Keempat (Pertemuan Ke tujuh)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Refleksi keempat dari mata kuliah filsafat di dasarkan pada materi filsafat pada pertemuan ketujuh pada hari rabu 18 Oktober 2017.  Pembelajaran filsafat pada pertemuan kali ini dimulai dengan tes jawaban singkat bagian kedua sebanyak 25 soal yang diajukan oleh bapak Prof. Dr Marsigit, M.A. Hasil tes jawab singkat tersebut memberikan pelajaran bahwa kita tidak boleh gengsi dengan hasil yang diperoleh dari jeri payah sendiri karena hal tersebut merefleksikan kemampuan kita, dan hasil tersebut merupakan landasan yang kuat untuk kita harus tetap belajar, belajar dan belajar dengan membaca, membaca dan membaca. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan bapak Prof.Dr. Marsigit, M.A. berikut beberapa pertanyaan dan jawaban dari pertemuan ke tujuh:

M.Sabri : Sejauh mana ibadah itu mempengaruhi pikiran, hati dan tindakah kita?

Prof.Dr. Marsigit, M.A: Ibadah adalah breakdown dari aturan, dan orang yang melaksanakan aturan, dikatakan taqwa. Kegiatan manusia yakni ibadah adalah bayangan dari aturan. Melalui bayangan sudah dapat dilihat bagaiman karakter seseorang tersebut. Orang yang tidak memiliki bayangan maka matilah orang tersebut, namun ornag matipun masih ada bayangan yakni ke surge atau neraka. Sebenar-benar dunia adalah berherarki atau struktur dan yang mendasari hierarki ini adalah spirutualistas.

Mbak Indah: Tuhan menciptakan sesuatu tanpa ada hikmanyanya, mengapa tuhan mengambil akal seseorang sehingga dia gila?

Prof. Dr.Marsigit, M.A: Gila, merusak, bertempur dan berperang , malaikatpun tidak tahu. Malaikat berkata “ Wahai Tuhan mengapa engkau ciptakan manusia padahal manusia akan merusak dunia “. Tuhan menjawab “Aku lebih tahu dari pada dirimu”.  
                                                                            
Mbak Kartika Kirana : Apakah yang membuat orang bermimpi dan temanya macam-macam? Apakah kita berfikir saat bermimpi dan dapatkan kita mengendalikannya?

Prof. Dr.Marsigit, M.A: Hal itu yang dialami rene de cartes,  dia hidup di daerah yang setiap bulannya bersalju, maka keadaan tersebut dapat mempengaruhi hidup dan mempengaruhi mimpinya. Suatu ketika dia bermimpi dan tidak mampu membedakan bahwa yang dialaminya adalah mimpi atau kenyataan karena mimpinya terlalu mengesankan. Dia ingin menjawab pertanyaan tersebut hinga dia mempertanyakan keberadaan Tuhan dan bertanya “Apakah Tuhan mampu menjawab pertanyaan saya?”. Dia membantah adanya Tuhan untuk mencari Tuhan. Contoh ada pohon bergerak, tetapi dalam mimpi juga ada pohon bergerak. Suatu ketika ia ingin mecari jawaban bahwa hal ini nyata atau bukan. Ketika dia berpikir bahwa dia bertanya tentang mimpi maka dia sedang tidak bermimpi. Rene de cartes bertakata “karena aku sedang bertanya , maka aku nyata, aku ada” .

Mbak Evi : Melihat antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia tidak mendapat apa-apa karena yang mengelola adalah malaysia. Jika di ibaratkan Bapak yang tidak tahu bapaknya atau anak yang tidak tahu Bapaknya?

Prof. Dr.Marsigit, M.A: Alat dalam bersifat adalah bahasa, obyeknya adalah yang ada dan yang mungkin ada. Obyeknya berstruktur yakni obyek ontologis, obyek formal adalah adalah obyek material dan obyek formal. Bahasa filsafat adalah bahasa analog. Analognya orang awam adalah pengandaian. Analog lebih tinggi dari kiasan. Dan tingkatan paling tinggi adalah metafisik. Jika  berkata hati maka dapat bermakna Tuhan, jika berkata langit bisa bermakna hati, jika berkata pikiran maka bisa bermakna dunia. Selain manusia hanya pikirkan maka itu urusan dunia dan diragukan sampainya hal itu kepada Tuhan , karena sesungguhnya menggapai Tuhan itu dengan menggunakan hati. Maka jangalah hanya mengandalkan pikiran, karena setinggi-tinggi pikiran hanya urusan dunia, dan Tuhan ada di langit. Jika ditanya “Tuhan kan ada di bumi juga”, maka hal itu kita terjemahkan, ketika berada pada tatanan tertinggi maka manusia tahu bahwa aturan-aturan dapat bersifat kontraduksi. Seperti mengapa Tuhan menciptakan banyak agama. Hal tersebut bukanlah domain pikiran tetapi domain kepercayaan masing-masing.  Jangan bermain-main dan berkata mitos untuk masalah spiritual. Spiritual adalah keyakinan.  Sebenar-benar mitos berdasar operasional pendidkan adalah ketika mengerjakan sesuatu namun tidak mengerti apa maksud adari apa yang kita kerjakan.

      Refleksi berdasarkan kempat bertanyaan diatas bahwa ketika manusia bertanya maka sesungguhnya dia nyata dan ketika dia nyata maka dia ada. Dari hal ini kami belajar bahwa menjadi orang-orang pilihan yang diberi kesempatan oleh Tuhan ini, kita harus benar-benar hidup, dan bukan menjadi mayat yang berjalan. Hidup dengan tidak sekedar hidup namun, juga hidup secara spiritual. Hidup dengan mensyukuri segala nikmat Tuhan, seperti halnya manusia telah diberi akal oleh karenanya akal tersebuh hendaknya digunakan dengan sebermanfaat mungkin dan memberikan manfaat kepada orang lain. Contoh nya dengan belajar dan berpositif thingking(husnudhon). Seperti yang dijelaskan oleh bapak Prof.Dr. Marsigit, M.A bahwa jika hanya berpikir maka itu adalah urusan dunia, agar apa yang kita pikirkan dapat bermanfaat dan diterima Tuhan maka harus di imbangi dengan hati. Seperti contohnya dalam mencari ilmu (kuliah atau sekolah) maka manusia harus dilandasi dengan niat yang benar. Dalam memasak, ketika Ibu memasak maka Ibu berpikir makanan apa yang disukai semua anggota keluarga dan bagaimana mengatur komposisi dan bumbu agar masakan lezat, jika dilihat-lihat memasak ini adalah perkara dunia, namun memasak ini bisa sampai Tuhan dan menjadi amal akhirat jika diiringi niat dalam hati bahwa dengan memasak, menyediakan makanan untuk seluruh anggota keluarga menjadikan makanan tersebut sebagai jalan (wasilah) agar setiap anggota keluarga kuat dalam beribadah dan tidak merasa kelaparan.  Terima Kasih.
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Arina Husna Zaini
17701251024
PEP S2 B



*Mohon maaf jika ada tulisan yang tidak sesuai dan berkenan , Mohon masukan dan sarannya. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar